Thursday, June 21, 2007

Keberhasilan

Alhamdulillah...
Terimakasih ya ALLAH, Engkau memang Maha Pengasih & Penyayang.
Aku benar-benar yakin, Kau akan memberikan jalan terbaik untuk siapa saja yang mau berusaha dan berdoa kepada-Mu.
Berkat-Mu akhirnya aku bisa melewati setiap tantangan dalam hidupku.

Pertama, acara tunanganku 10 Juni 2007 berjalan lancar. Janjiku padamu bukan hanya berupa cincin, dalam hati ini slalu ada namamu yang 'kan iringi setiap jejak langkahku. Mudah-mudahan niat baik kami direstui Allah, amin.

Kedua, hasil sidang sarjana 16 Juni 2007 mungkin suatu mukjizat. Akhirnya aku LULUS menjadi seorang Sarjana. Ini hadiah untuk kedua orangtuaku dan kekasihku, terimakasih atas doa dan support kalian.

Terimakasih banyak buat temen-temen blogger yang tlah memberikan semangat, doa dan slalu setia tuk mampir. Tanpa kalian mungkin semua gak 'kan berjalan lancar. Maaf kalau belakangan ini aku jarang Update dan jarang mampir.





Read More......

Thursday, June 7, 2007

Adakah Yang Salah ?

MAAF... FOTONYA TIDAK SESUAI :P Harap Maklum.... hihihi...

Dari perbincangan semalam dengan seorang pedangang "Nasi Goreng Keliling", sebut saja "Pak Deden". Sebelah mata orang memandang dia gak berpendidikan, orang desa, intinya rendahan-lah. Tapi dibalik profesinya itu, Dia sosok seorang yang tegar, jujur, sabar & pekerja keras.

Awalnya tidak ada obrolan yang terlalu penting atau bisa dibilang berbobot-lah, ngalor ngidul kemana aja sambil makan Nasi Goreng buatannya. Lama-kelamaan hari semakin larut, akhirnya kita mulai perbincangan yang rada menyangkut pengalaman hidup. Widih... mantap euy, kayaknya seru nih... "sok tua gak sih :P hehehe..."

Ayo kita lanjutkan ceritanya... klik "read more"

Mula-mula Dia bercerita tentang pertama kali datang ke Jakarta th.1974 (aduh... aku belom lahir tuh) dengan membawa bekal dua rangkap baju yang dikenakannya dan uang seadanya, sampai sekarang Dia bisa bertahan hidup di Jakarta. Suatu ketika Dia memiliki Istri (sebut saja Lilis) pada th.1985, dan memiliki 2 orang putra.

Karena keadaan perekonomian keluarga yang serba kekurangan, pada th.1999 istrinya meminta izin untuk menjadi seorang TKW. Setelah perbincangan yang cukup lama, akhirnya Pak Deden memberikan izin istrinya untuk menjadi seorang TKW yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi.

Awalnya, kesedihan seorang suami yang ditinggal istrinya pergi ke negara seberang sangat terasa. Huhuhu... jd sedih :( Tapi lama-kelamaan kesedihan Pak Deden pudar, itu karena kepercayaan Dia akan janji yang tlah diucapkan istrinya. "Aku pergi gak lama kok, nanti Aku pulang kalau sudah 4 tahun. Aku pergi bekerja untuk membantu membangkitkan perekonomian keluarga, semua ini demi kita dan anak kita." ucap istrinya.

Satu tahun... Dua tahun... Tiga tahun... Empat tahun...


Akhirnya waktu yang dinanti-nanti tlah tiba :) Dia coba menghubungi istrinya melalui pesawat telpon, kring... kring... Halo, bisa bicara dengan Lilis ? .... Dimulailah perbincangan dengan istrinya, Pak Deden mencurahkan segala rasa kangennya. "Sayang, kamu dah bisa pulang dong ?" tanya Pak Deden. "Waduh, maaf banget sayang... Aku blm bisa pulang thn ini, Aku harus melanjutkan 4 tahun lagi. Sabar yah sayang, nanti Aku pasti pulang untuk kamu dan anak kita" ucap Lilis tergesa-gesa (karena tarif telponnya mahal).

Kesedihan kembali menerjang... Tapi dengan kesabaran Pak Deden, akhirnya Dia bisa tenang. Selain mengurus anak-anaknya seorang diri, Dia juga harus mencari uang untuk membiayai anak-anaknya sekolah (Sungguh berat beban yang harus dijalani oleh Pak Deden).

Empat tahun berlalu sampai akhirnya sekarang sudah th.2007, sungguh sebuah kesabaran dan kebesaran hati yang tak bisa dibayangkan (Salutt euy...).

Pak Deden kembali menghubungi istrinya melalui pesawat telpon, kring... kring... Halo, bisa bicara dengan Lilis ? ... "Lis, Aku kangen banget sama Kamu :( tahun ini Kamu pulang kan ?" tanya Pak Deden. Dengan terbatah-batah, Lilis berkata "Eemmm... Mas, maaf Aku gak akan pulang lagi ke Indonesia. Aku sudah betah disini, aku juga sudah memiliki pengganti Mas Deden yang lebih bisa Aku harapkan. Aku gak bisa hidup bersama Mas Deden dengan perekonomian yang serba kekurangan. Maaf Mas... Lupakan Aku yang tlah mengecewakanmu, yang tak tepati janji. Tolong rawat anak-anak kita sampai mereka besar nanti. Terimakasih atas kesabaran Mas Deden yang slalu menjaga dan merawat anak-anak, dan juga slalu menanti Lilis pulang ke Indonesia". Dengan setengah putus asa, Pak Deden berkata "Ya sudah lah... Aku bisa ngerti. Aku sudah maafin kamu sebelum kamu minta maaf. Aku pasti akan merawat anak-anak sampai mereka besar nanti, karena itu tanggung jawabku. Baik lah... kita akhiri saja percakapannya. Aku hanya mau katakan, Aku akan slalu menanti Kamu kembali bersamaku. Terimakasih... Asslmkum..." Huhuhu.... sedih banget :(

Sampai akhirnya sekarang Pak Deden harus membesarkan anak-anaknya dengan berjualan Nasi Goreng Keliling, hidup sendiri tanpa istri yang mendampinginya. Sungguh sebuah kesabaran, kejujuran, kebesaran hati dan ketegarannya.
Sungguh perjalanan hidup yang sangat sulit, sebagian orang-pun belum tentu dapat se-tegar dan se-sabar Pak Deden.

Percakapan-pun berakhir, setelah se suap nasi terakhir masuk ke mulutku.
Aku salut sama Pak Deden, salut akan kesabarannya untuk menjalani setiap cobaan hidup. Malam ini Aku mendapatkan pengalaman hidup yang sangat berarti dari Pak Deden, dan itu akan Aku jadikan pelajaran untuk Aku slalu sabar.

Tapi tiba-tiba... Muncul banyak pertanyaan gila di otak ku.
Adakah yang salah ?
Siapa yang harus disalahkan ?
Haruskah kita menepati janji ?
Haruskah kita egois ?
Apakah dengan sabar kita akan menerima kesedihan mulu ?
Apakah sabar itu ada batasnya ?

Halah... pokoknya sekarang Aku harus bisa jadi orang sabar, se-sabar Pak Deden menjalani cobaan hidup yang cukup berat.

Hikmah yang Aku dapat juga, jangan pernah memandang orang sebelah mata atau hanya melihat luarnya saja, belum tentu dia seburuk yang kita kira. Itu-lah... kenapa Aku lebih suka berbincang dengan orang yang lebih tua.

Bagaimana komentar Anda ? Oh ya... ini kejadian NYATA loh ?

Read More......

Sunday, June 3, 2007

My Luv

Dia yg tlah mencuri hatiku
Dia sesosok wanita yg ada disetiap lamunku
Dia senyum terindahku
Aku Sayang Kamu, Cinta...

Nah, atas request dari Om KhamShe untuk aku kenalin calon pendamping hidupku.
Nih... aku pasang deh fotonya.




Read More......
Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Search in the Hadith
Search: in

Ayo Hitung Umur Kamu !!!

Pernah tahukah sudah berapa hari, jam, dan menit kamu hidup didunia ?
Mudah aja... Tinggal masukkan tanggal lahir kamu trus klik icon Start, nah tinggal liat dech hasilnya.
Selamat Menghitung !!!

Masukkan Tanggal Lahir Kamu :
Contoh Penulisan : (February 10,1983)


Umur Kamu : Hari
Umur Kamu : Jam
Umur Kamu : Menit

Ayo Diisi !!!